Mengapa Keselarasan Visi Itu Penting?
Visi pendidikan yang kuat adalah fondasi bagi setiap satuan pendidikan. Namun, visi hanya akan bermakna jika terimplementasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Kolaborasi antara pengawas sekolah dan kepala sekolah menjadi krusial untuk memastikan arah kebijakan nasional, seperti penguatan Delapan Dimensi Profil Lulusan dan pendekatan Pembelajaran Mendalam dapat terwujud di kelas.
Keselarasan visi ini menciptakan:
- Konsistensi kebijakan dan praktik: Kepala sekolah mengelola operasional, pengawas memastikan mutu dan arah kebijakan tetap terjaga.
- Budaya belajar berkelanjutan: Kolaborasi mendorong inovasi dan refleksi bersama, sehingga sekolah adaptif terhadap perubahan.
Tantangan di Lapangan
Implementasi pembelajaran mendalam menghadapi beberapa hambatan:
- Pemahaman konsep yang belum merata: Guru sering menganggap pembelajaran mendalam hanya “mengajar lebih detail”, padahal esensinya adalah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.
- Keterbatasan sumber daya: Sarana teknologi, waktu untuk kolaborasi, dan pelatihan guru masih menjadi kendala.
- Budaya kerja hierarkis: Pengawas masih dilihat sebagai “penilai” bukan mitra, sehingga komunikasi kurang terbuka.
- Adaptasi regulasi: Perubahan kebijakan seperti Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 menuntut penyesuaian cepat, sementara sebagian sekolah masih berpegang pada pola lama. [kurikulum….kbud.go.id]
Peran Strategis Pengawas Sekolah
Pengawas kini dituntut bertransformasi dari fungsi kontrol menjadi coach dan fasilitator. Berdasarkan pedoman terbaru:
- Pendampingan kolaboratif: Menggunakan pendekatan coaching untuk mendukung kepala sekolah dan guru.
- Penguatan kepemimpinan: Membantu kepala sekolah membangun budaya reflektif dan inovatif.
- Monitoring berbasis data: Menggunakan hasil asesmen untuk perbaikan berkelanjutan.
- Advokasi kebijakan: Menjelaskan regulasi terbaru agar sekolah memahami filosofi di baliknya. [gtk.dikdasmen.go.id]
Landasan Kebijakan
Beberapa regulasi penting:
- Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024: Mengatur kerangka dasar Kurikulum Merdeka, fleksibilitas pembelajaran, dan penguatan profil pelajar Pancasila.
- Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025: Memperkuat pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam kurikulum PAUD, SD, SMP, SMA/SMK. Prinsipnya:
- Berkesadaran (mindful learning)
- Bermakna (meaningful learning)
- Menggembirakan (joyful learning)
Peraturan ini juga menambahkan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk membekali keterampilan abad ke-21.
- Kepmendikdasmen No. 126/P/2025: Pedoman implementasi pembelajaran mendalam, termasuk tata kelola, manajemen risiko, dan pemantauan.
- Petunjuk Teknis Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Dirjen GTK, 2025): Mengatur pelatihan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk internalisasi prinsip pembelajaran mendalam.
Contoh Praktik Baik
- SDN 3 Camba (2025): Kepala sekolah dan pengawas melaksanakan coaching refleksi berbasis data rapor pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru. Hasilnya, kualitas pembelajaran meningkat dan target rapor pendidikan tercapai.
- SMK Negeri 1 Kelapa Kampit (2024): Kolaborasi pengawas dan kepala sekolah dalam menyusun dokumen perencanaan, penerapan disiplin positif, dan penguatan visi sekolah.
- Program Supervisi Terpadu (2025): Pengawas dan kepala sekolah bekerja sama dalam supervisi akademik untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru.
Kesimpulan
Keselarasan visi antara pengawas dan kepala sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan prasyarat untuk mewujudkan pendidikan bermutu. Dengan regulasi terbaru yang menekankan pembelajaran mendalam, kolaborasi strategis menjadi kunci agar transformasi pendidikan tidak berhenti di atas kertas, tetapi hidup di ruang kelas.
Kolaborasi pengawas dan kepala sekolah bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi membangun ekosistem belajar yang hidup. Ketika visi sekolah diterjemahkan menjadi aksi nyata, guru lebih percaya diri, siswa lebih aktif, dan pembelajaran menjadi bermakna. Pertanyaannya: Apakah sekolah Anda siap memulai perjalanan dari visi ke aksi?
Daftar Pustaka
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pembelajaran Mendalam. Jakarta: Kemendikdasmen.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 126/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam. Jakarta: Kemendikdasmen.
- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2025). Petunjuk Teknis Pelatihan Pembelajaran Mendalam. Jakarta: Ditjen GTK.
- SDN 3 Camba. (2025). Praktik Baik Coaching Refleksi Berbasis Data Rapor Pendidikan. Laporan Internal Sekolah.
- SMK Negeri 1 Kelapa Kampit. (2024). Kolaborasi Pengawas dan Kepala Sekolah dalam Penyusunan Dokumen Perencanaan. Laporan Supervisi Akademik.

